Skip to main content

Posts

Termenung

Termenung dengan membelah 1/3 Malam Membuang akan kesombongan-kesombangan keindahan Seandainya setiap saat mampu berpikir seperti ini Tentu qolbu semakin temaram dan tak diam padam Banyak hal yang sering kali terlewatkan Tentu tak juga kau Tuhan mampu mengingatkan Ataukah aku yang dungu, dan juga tuli tak mampu mendengar Semua kuserahkan pada-Mu segala pemilik alam. Purwojati 29 October 2013

PANCURAN PITU

Damai ditemani alam Ricik yang seolah nestapa Bintang yang memandang seolah menyapa Kulihat diriku begitu kecil Diluar hamparan hutan dan langit tak terbatas Aku ingin menyapa denganmu Menyatu mesra dan lebih mesra Karunia tuhan menyatu malam ini Meski ku tak lagi dengan angan Meski banyak keluh ku luapkan Aku ingin mati saja ditempat ini. Malam itu 26 Maret 2014

Untuk Manusia

Dalam gelap kau membungkus pesona Dalam malam kau sunguh bercahaya Dalam indah masih ada kata sempurna Mempesona hingga langit tak mampu bersuara Menggetarkan hingga bumi bergoncang Bergema hingga ke pintu surga Mengapa engkau belum percaya Alam raya semua tertunduk Menghormati engkau wahai manusia 30 Januari 2013

Bila Tiba Waktu Berpisah

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang Masih kudapatkan dan kurasakan Curahan  rahmat dan berbagai ni'mat Yang kerap Kau berikan Tapi bila tiba waktu berpisah Pantaskah kumemohon diri Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai Masih kudapatkan dan kurasakan Keramaian suasana dan ketenangan jiwa Tapi bila tiba waktu berpisah Akankah kupergi seorang diri Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti Masih bisa kumenghibur diri Tubuhku kan bersih dan  esok kan lebih baik Tanpa sebersit keraguan Tapi bila tiba waktu berpisah Masih adakah kesempatan bagiku Tuk memb...

KEPADA SELURUH ALAM DAN SELURUH ISINYA

Kabut-kabut itu pun sudah mulai datang bergerombolan Memanjakan mata-mata para pemandang Hutan-hutan dan segala isinya saling bersimfoni dalam ketenangan Suara-suara lirih alam seolah-olah mengajakku untuk saling berbisik Membicarakan tentang satu mahluk yang disebut manusia Dalam pekat dan dinginya malam selalu saja ada rahasia yang terpendam Ketika alam sebagian dari Tuhan ingin kudekap lebih mesra, lebih mesra dari sebelumya Rindu,,, Rindu akan belaian-Mu   Lereng G. Slamet 22 Agustus 2013

SOE HOE GIE

Lebih baik di asingkan dari pada menyerah pada kemunafikan itulah sepegal kalimat yang pernah terlontarkan oleh seorang pemuda yang mempunyai kesenangan memanjat gunung, dari sepenggal kalimat tersebut bagaimana disitu menggambarkan sosok pemuda pergerakan yang mempunyai idealisme begitu tinggi yang tidak bisa ditukar oleh apapun, dialah  Soe Hok Gie lahir pada tanggal 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit, seorang novelis dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.inilah salah satu mengapa soe hok gie dalam hal pola pikir dan pengetahuanya berbeda di bandingkan dengan anak usia sebayanya. Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengu...

Sejarah yang Terputus

10 Tahun Reformasi, 100 tahun Kebangkitan Nasional. Mengapa negeri ini tetap seperti ini. Menjadi ayam yang mati di lumbung padi. Dan menjadi budak di tanah sendiri. Ada yang salah di negeri ini. Korupsi, Mafia peradilan, dan Ketidakberpihakan negara terhadap masyarakatnya. Tapi tidak sekedar itu. Tulisan ini mencoba menjawab secara lebih mengakar. Masalah itu disebut dengan “SEJARAH YANG TERPUTUS”. Kurang lebih 61 tahun Negara ini sudah merdeka , namun nampaknya selama itu pula Indonesia belum memperlihatkan dirinya seperti apa yang dicita-citakan oleh para pendirinya? Bila bertanya kapan Indonesia mengalami masa keemasan selama 61 tahun ini? Pasti tidak semua sepakat bila itu terjadi saat pemerintahan Orde Lama. Karena meski Indonesia muncul dikancah internasional dengan KAA, GANEFO dan proyek mercusuar lainnya. Tapi selama itu pula Indonesia dililit oleh inflasi hingga mencapai 650% dan otomatis membuat harga barang-barang semakin naik dan akhirnya hanya membuat masyarakat sengs...