Skip to main content

Posts

Showing posts with the label perpustakaan

Contoh Outline Diri

Outline adalah: kerangka, garisberas, guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan. Karangan adalah karyatulis yang hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis. Sedangkan outline diri sendiri, berarti membuat ringkasan tentang diri sendiri yang berisi nama, asal, pendidikan, aktifitas sehari-hari, keinginan, karir. Contoh: Nama saya adalah Agus Prasetio,saya berasal dari desa Karangmangu, Purwojati, Banyumas, saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayah saya bernama Jaya Sumitro dan Ibu saya bernama Jawen. Sayalulusan Strata satu (S1) Fakultas Pendidikan, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, lulus pada tahun 2013 dengan IPK, 3.35. Saat ini saya mengajar di SMP Negeri 6 Purwokerto, mengajar bahasa Indonesia kelas 7 dan 8. Selain mengajar saya juga aktif dibeberapa organisasi diantaranya Karang Taruna. Selain ...

Tokoh Islam di Indonesia

Oleh: Aryono dan Budi Setiyono Mereka adalah tokoh Islam yang berjasa besar dalam menjaga dan memperbarui Islam di Indonesia. Ahmad Hasan, Ahmad Dahlan, Ahmad Surkati, dan Hasyim Asy′ari. EMPAT tokoh Islam berikut ini berperan besar dalam menjaga dan memperbarui Islam di Indonesia. Mereka mendirikan organisasi Islam sebagai sarana perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. 1. KH Ahmad Dahlan ”Sejak umur 15 tahun, saat saya berdiam di rumah Tjokroaminoto,” cerita Bung Karno, “saya telah terpukau dengan KH Ahmad Dahlan.” Bung Karno bahkan menjadi anggota Muhammadiyah dan pernah menyatakan keinginan “dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan.” Muhammadiyah, salah organisasi Islam terpenting di Indonesia, didirikan Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Tujuannya, “menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumiputera” dan “memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya”. Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan, kesehatan, dan ...

Jawa, Dari Mataram ke Mentaram

Kebudayaan berubah ketika seorang pangeran meninggalkan istana, melepas gelar dan mengembara di antara rakyat jelata sebagai orang jelata. Kalau misal kisah Sidharta Gautama maupun cerita Raden Mas Said atau Sunan Kalijaga terlalu jauh jarak waktunya untuk diingat, kita memiliki seorang teladan yang lebih dekat dengan waktu kita hari ini. Ia adalah Ki Ageng Suryo Mentaram, putra ke 55 dari Sultan Hamengku Buwono VII. Lahir 22 Mei 1892, mulai berfilsafat 1921 lewat Perkumpulan Selasa Kliwonan di Yogya. Menanggalkan kepangeranannya pada tahun 1921, kemudian menetap di Kroyo Bringin (9 km utara Salatiga) sebagai petani (1925) sambil menjadi Penceramah Keliling. Meninggalkan istana bagi beliau almarhum berarti menjalani hidup sebagai orang merdeka di antara rakyat yang ketika itu belum merdeka, kemudian menghabiskan masa hidupnya untuk berbakti kepada kemerdekaan, kehormatan, dan kebahagiaan bangsa dan negara Indonesia. Kita katakan kebudayaan berubah dengan lelaku beli...

SOE HOE GIE

Lebih baik di asingkan dari pada menyerah pada kemunafikan itulah sepegal kalimat yang pernah terlontarkan oleh seorang pemuda yang mempunyai kesenangan memanjat gunung, dari sepenggal kalimat tersebut bagaimana disitu menggambarkan sosok pemuda pergerakan yang mempunyai idealisme begitu tinggi yang tidak bisa ditukar oleh apapun, dialah  Soe Hok Gie lahir pada tanggal 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit, seorang novelis dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.inilah salah satu mengapa soe hok gie dalam hal pola pikir dan pengetahuanya berbeda di bandingkan dengan anak usia sebayanya. Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengu...

Sejarah yang Terputus

10 Tahun Reformasi, 100 tahun Kebangkitan Nasional. Mengapa negeri ini tetap seperti ini. Menjadi ayam yang mati di lumbung padi. Dan menjadi budak di tanah sendiri. Ada yang salah di negeri ini. Korupsi, Mafia peradilan, dan Ketidakberpihakan negara terhadap masyarakatnya. Tapi tidak sekedar itu. Tulisan ini mencoba menjawab secara lebih mengakar. Masalah itu disebut dengan “SEJARAH YANG TERPUTUS”. Kurang lebih 61 tahun Negara ini sudah merdeka , namun nampaknya selama itu pula Indonesia belum memperlihatkan dirinya seperti apa yang dicita-citakan oleh para pendirinya? Bila bertanya kapan Indonesia mengalami masa keemasan selama 61 tahun ini? Pasti tidak semua sepakat bila itu terjadi saat pemerintahan Orde Lama. Karena meski Indonesia muncul dikancah internasional dengan KAA, GANEFO dan proyek mercusuar lainnya. Tapi selama itu pula Indonesia dililit oleh inflasi hingga mencapai 650% dan otomatis membuat harga barang-barang semakin naik dan akhirnya hanya membuat masyarakat sengs...

Mundurnya Gerakan Mahasiswa

(Oleh: Agus Prasetio) Dibawakan dalam diskusi BEM UMP pada tanggal 28 Desember 2012 Gerakan mahasiswa pasca reformasi menunjukkan tanda-tanda : Semakin sepi aktivisnya. Gerakan mahasiswa dari berbagai segi semakin berkurang Gerakan mahasiswa tercerai berai oleh pertikaian dalam negeri, perkelahaian antar teman dan muculnya perbedaan kepentingan antar mahasiswa. Penyebabnya bisa dilihat dari: PERTAMA : faktor budaya, yaitu faktor yang mengkondisikan kehidupan mahasiswa dari segi kebiasaan, tindak tanduk, perilaku atau minat mahasiswa secara individual dan komunal, atau kata kuncinya adalah " Gaya Hidup / Life Style " Jadi kemunduran gerakan mahasiswa secara sederhana adalah disebabkan oleh perubahan gaya hidup mahasiswa itu sendiri karena perubahan kultural dimana mahasiswa hidup sehari hari. yaitu budaya, dan dunia hiburan. karena disana tersembunyi  apa yang disebut dengan kesenangan. Intinya : Apa saja yang menyenangkan itulah yang pen...

Masa Depan (Takut?)

Saat itu jarum jam sudah menunjukan pukul 24.00. bertanda malam sudah larut bahkan pagi sudah mulai memaksa untuk menyingkirakan kehendak malam , ada hal yang tak biasa di malam ini, biasanya kularutkan malam hanya sekedar nonton TV, jalan-jalan dan bermain disalah satu kantor majalah daerah Banyumas (Ancas), ada yang tanya ngapain katanya? baiklah saya jawab nunut (numpang) online. Hehe. Sudah hampir 1 Bulan saya tak menulis. kebiasaan yang sejenak tersingkirakan karena alasan kesibukanku, yang baru saja   melepas masa lajangku (sebagai mahasiswa), cieh…   udah banyak yang patah hati tadi, ketika para kaum hawa membaca “melepas masa lajang”. Hehehe… tenang-tenang saya masih lajang kok. Akhir-akhir ini saya lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain, mungkin sejenak terlena dengan kebebasan atau apa lah namanya yang jelas saya sedang menikmati masa-masa ini. Sedikit cerita di malam ini adalah tentang ketakutan menghadapi masa depan, apa lagi pada masa-masa seusia saya, k...

Jerusalem Dan Konflik Yang Terjadi

melihat marak sekali pemberitaan akhir-akhir ini mengenai konflik yang kembali memanas antara Israel vs Palestina, menarik tangan saya untuk mengambil pena guna ikut andil dalam wacana diskursus yang sedang hangat dibicarakan, namun saya akan lebih fokus kepada kota yang menjadi rebutan antara Israel dan palestina yaitu kota Jerusalem.  penelusuran pun dimulai.  ·          *Jerusalem sebagai kota suci bagi tiga agama samawi didunia Sejarah panjang mengenai kota ini menjadikan jerusalem sebagai layaknya magnet yang bisa menarik seluruh manusia di dunia ini, apalagi sejarah kota ini sangat erat hubunganya dengan sejarah agama-agama samawi yang menjadi kepercayaan begitu banyak umat manusia di dunia ini, dikota itu memang menjadi kota kelahiran agama-agama samawi, sebut saja Yudaisme atau yang lebih dikenal dengan yahudi, Kristen dan islam, kota ini memang menjadi tempat dimana jutaan manusia berkumpul untuk lebih dekat kepada Tuhan...

Siapa Dirimu

Hanya sekedar tulisan sederhana, mudah-mudahan bermanfaat, biar lebih seru saya ajukan pertanyaan terlebih dahulu. Anda sudah tahu diri anda siapa? Mungkin ada yang menyebutkan nama saya samini om dan ada yang menyebut lagi tuh di pojok saya paijo om, ehhehehe. Bukan itu yang saya maksud? Namamu sekarang kan hanya pemeberian orang tua. Yang saya maksud adalah roh yang ada di dirimu (nah loh qo jadinya roh jadi bingung ya?hehe…sama). ada ungkapan atau apa lah namanya “ketika engkau ingin mengenal Tuhanmu maka kenalilah dirimu dahulu”. Qo harus begitu saya juga masih meraba bukanya saya sudah tahu secara keseluruhan loh ya, saya hanya ingin belajar bareng dengan anda semua disini karena masalah itu semua bukan hanya hak para kiai kita pun sebagai kaum awam, marjinal antah berantah. Berhak juga untuk tahu, kembali kepertanyaan siapa dirimu? Kita diciptakan untuk apa disini?jawabanya mungkin mudah di dapat ketika mengacu pada teks agama, biar tambah seru apa bingung, jangan kesitu du...