Skip to main content

Posts

Puisi mati

Ketika diam tak lagi berarti Haruskah ku mengugat sepi Ketika diam tak lagi dihargai Haruskah ku jual diri Ini  tentang hari-hari yang semakin tak berarti Ini tentang jiwa-jiwa yang terkungkung sepi Karena ini puisi mati. 21 Maret 2013 

Menyoal malam

Ini soal kesendirian yang hadir dikala malam Mengerakan pada setoreh goresan kegelisahan Menggetarkan hati tentang kecintaan Kecintaan kepada manusia Entah tuhanku merasa cemburu atau tidak Malam di tempatku seolah tak biasa Tak jua tau di tempatmu Dingin yang menjelma menjadi angkara Tak kunjung reda Merajut mimpi dengan deretan rasa (manusia) Rasa tentang ketidakbiasan angkara Menjadi pura-pura tidak tau itu terlalu lugu Mungkin justru itu sisi sendu Bukankah hidup itu cenderung wagu (tak pantas) Biarkan saja kelakuan atau perlakuan berjalan Meski bukan pada tempatnya, dan juga tak diharapkan Tak usah menghakimi toh kita juga sama-sama berdosa Tak ada manusia putih tak juga hitam Yang ada hanya manusia-manusia penuh tanda tanya Tak juga harus menuntut jawaban Justru akan membuat hati semakin bertanya Jalani saja sewajarnya Mungkin ini kata yang pas untuk mewakili semua Purwojati 9 Juli 2015

MENGGUGAT SENJA

Ragukanlah kepada orang-orang yang sudah yakin Bercerailah kepada orang-orang yang sudah menyatu Akan ku gugat senja Akan ku berontak takdir yang semakin nyata Manusia tersenyumlah Bahwa ternyata hidup ini menggelikan bukan Atau aku kah yang sudah gila Mari sini bersamaku menggugat senja 9 Desember 2014

Orang, Jakarta (kota idaman)

Hari-hari kemarin (lebaran) Banyak orang lama bermuka baru Semua menonjolkan ke-aku-an   Bercerita tentang pengalaman Di kampungku, Jakarta merupakan kota idaman Jakarta layaknya perempuan telanjang Yang menarik bagi kaum adam Disana (katanya) ada surga namun dekat juga dengan neraka Menjadi orang udik itu sungguh menyenangkan (menurutku) Meski jauh dari hingar - bingar lampu malam   Tapi disini ada kesederhanaan Ada senyum yang sungguh lucu Ada tenggang yang sungguh syahdu Ada cinta juga yang sungguh lugu Adakah di Jakarta yang seperti itu ? 22 Juli 2015

Persembahan untukmu (kasihku)

tak terasa rentetan waktu  tlah kita jalani bersama  bukan hanya kebahagiaan tetapi di dalamnya juga terdapat kekecewaan kemarahan yang tak tentu salah kecemburuan buta yang tak tau arah pada saat itu jelas aku menyebalkan bagai manusia tanpa akal nalar diselimuti dengan kebencian atau apalah namanya mungkin cintaku tak sehebat serial rama dan sinta juga tak sedahsyat romeo juliet atau mungkin tak sesetia habibie ainun namun aku menyayangimu sebagai kasihku, sebagai gadis impianku sebagai pendamping hidupku berulangkali aku katakan padamu ‘I love u’ namun malam ini ingin rasanya aku katakan kembali “aku mencintaimu” selamat ulang tahun kasihku.     dini hari, 20 juni 2015

Aku masih dibumbuhi nafsu

Aku masih dibumbuhi nafsu Nafsu bercinta Nafsu bercita Nafsu berkuasa Dan nafsu penghargaan Semua menjadi ikatan tak terpisah Sulit terlepas dari itu semua Jika bangsa arab mengenal kaum Qurais Mungkin aku ada di dalamnya Jika suku jawa mengenal Ken Arok Mungkin aku masih saudaranya Jika bangsa Prancis mengenal si hati singa ( Raja Richard) Maka mungkin aku tuannya Jika kalian benci terhadap para pendusta Maka aku adalah satu diantaranya Aku ingin kembali kepangkuanmu (Tuhan) Bermanja-manja dengan sentuhan mesra-Mu Aku ingin kembali, kembali menjadi dulu. Dkw 6 Mei 2015

Malam ini

Ada yang ganjil di malam ini Kudengar suara ayam jantan bersauran entah menandakan apa Disebelah sini ada manusia yang masih memeluk erat romantisme masa lalunya Dan di rumah ini tepat, ada seorang manusia yang entah mengapa sulit memejamkan mata  Ada butir-butir kegelisahan memeluk jiwa Ada dosa-dosa perjanjian yang nampak mata Ada kegelian yang menandakan bahwa kita masih manusia Malam ini maukah kau tidur bersamaku Memelukku mendamaikan hatiku Jiwa-jiwa yang mengelana tak tahu ada dimana Buat saja malam ini menjadi gaduh tuan Lalu bawakan aku cahaya untuk menyakini bahwa engkau begitu nyata (tuhan) Bosan dengan pertanyaan, bosan dengan kegelisahan Nampaknya aku akan menepi saja Maafkan. 19 Maret 2015