Skip to main content

Posts

Cintamu

Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah Rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu Datanglah aku akan berlari menyambutmu Tapi kenapa kau masih sibuk dengan dirimu Kalaupun kau datang kau hanya menciumi pintu rumahku Tanpa meski sekedar melongokku Kau hanya menggambarkan dan membayangkan diriku Lalu kau rayu aku dari kejauhan Kau merayu dan memujaku Bukan untuk mendapatkan cintaku Tapi hanya sekedar memuaskan egomu Kau memarahi mereka yang berusaha mendekatiku Seolah-olah aku sudah menjadi kekasihmu Apakah kau cemburu buta  Atau kau takut mereka benar-benar mencintaiku Pulanglah kedirimu aku takkan pernah kemana-mana

Malam ramadan (katanya)

Aku berlagak biasa Dalam malam-malam sebelumnya Aku bagai membisu Di malam ini malam ramadan (katanya) Entah kegundahan ini hadir sebagai apa Mendobrag dalam menuju sukma   Ada semacam resah gumamku Membuatku menjadi ragu Bukankah sore tadi masih biasa   Aktifitas yang hanya menunggu senja Canda-tawa yang itu itu juga   Pikiran yang busuk-busuk sisa Tiba-tiba aku ingin bersamamu Kasihku   Memeluk mendamaikan prasangkaku Aku hanya ingin berdua saja   Aku hanya minta Kau dengar   Bukankah kata guruku Engkau maha mendengar   Dengarkanlah meski kau anggap lucu   Toh untuk soal beragama aku masih sangat lugu. 25 Juni 2015

Toh ini hanya lelucon

Kalau ini lelucon saya cukup terhibur dibuatnya   Kalau ini sandiwara saya cukup terbuai dibuatnya   Kalau ini biasa, selamat bagiku ini luar biasa Kalau kamu,dia,mereka merasa benar   Biar aku yang menanggung salah   Kalau ini buat mu menang   Wah selamat kamu juaranya Namun katanya aku egois, ampun Gusti ini hanya luapan emosi   Mari semua kita saling menyalahkan toh kita hanya manusia   Katanya manusia kan tempatnya salah   Mari kita saling mencaci, membenci, mendengki   Sudahlah kan ini hanya lelucon   Biar temaram menghempaskan itu semua   Biar juga kemunafikan menghadirkan cerita   Bukan hanya ceritaku   Namun cerita kita semua Dini hari 9 Juni 2015

Intim Bersamamu

Kembali bertemu malam Kembali menjadi teman di atas kebingungan Akhir-akhir ini terasa tak bersemangat Lemas dan kurang gairah terlalu intim menyelimuti tubuh ini Ataukah aku perlu menyewa seorang gadis Untuk hanya sekedar menemaniku menghabiskan waktu Ahh ini mungkin hanya cerita soal jenuh Kita pikir kita hebat Ahhh apaan kita hanya manusia lucu Yang diadakan sekedar untuk saling menghibur mungkin Mari sini temani aku Aku ada sebotol bir untukmu Tenang saja ini tak cukup memabukkan Hanya sekedar penghela haus Di atas keringnya makna hidup Atau kau ingin menemani tidurku malam ini Karena beberapa hari ini aku bermimpi aneh Aku bermimpi membunuh kekasihmu Kau menjerit Dan dunia ini semua menyudutkanku 08/06/16

Pulanglah (Rindu denganmu)

Kau terlihat lelah mengejar dunia Kau juga kelewat sinis mengejar surga Pulanglah,,, Masakan ibu masih sama enaknya Rumah yang kau tempati sewaktu kecil Masih bercorak sama Hanya bedanya ibu sekarang memasak hanya untuk bapak Dan rumah yang kau tempati dulu kini semakin tua Kau sekarang sudah tumbuh menjadi dewasa Sudah pandai berdialektika Bahkan bapak ibu kalau mau berbicara denganmu merasa segan Kau kelewat pintar sekarang  Bapak ibu merasa takut, takut kau kucilkan Kau juga sudah bertemu banyak orang di luar sana Bapak ibu mu tak ada arti apa-apa  jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh idolamu Kau juga sudah melahap ratusan buku  Bapak ibu takut, takut tak berilmu di matamu Namun tau kah kau bapak ibu rindu dengan ceritamu,  rindu dengan keluh kesahmu Rindu dengan anakku Purwojati, 22 Mei 2016

Kenapa?

Kenapa di dunia ini harus ada klas klas bangsawawan, klas ningrat, klas elitis kenapa juga di dunia ini harus ada orang miskin Kenapa tidak saja orang dilahirkan menjadi kaya Biar tidak ada lagi yang mati kelaparan tidak ada lagi yang putus sekolah tidak ada lagi yang dilecehkah karena tak berharta Kenapa juga harus ada kaum pekerja Biarkan saja semua terlahir menjadi Bos toh semua mempunyai hak yang sama katanya? Kenapa juga harus ada peperangan  Kasian mereka yang tidak tahu apa-apa Menderita di tanah konflik  Yang katanya tanah para nabi Ahhhh,,,,, Kenapa harus ada kesombongan Bahwa kita sama-sama manusia Bahwa kita sama-sama menjijihkan Kenapa harus ada kata jumawa Apa juga yang perlu kita jumawakan Kenapa harus seperti ini Kenapa harus seperti itu Kenapa aku bukan kalian Kenapa? Kenapa harus ada hidup jika kelak akan mati? Lalu kenapa kau mempertanyakannya?  Pwt 15/5/16

Contoh Outline Diri

Outline adalah: kerangka, garisberas, guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan. Karangan adalah karyatulis yang hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis. Sedangkan outline diri sendiri, berarti membuat ringkasan tentang diri sendiri yang berisi nama, asal, pendidikan, aktifitas sehari-hari, keinginan, karir. Contoh: Nama saya adalah Agus Prasetio,saya berasal dari desa Karangmangu, Purwojati, Banyumas, saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayah saya bernama Jaya Sumitro dan Ibu saya bernama Jawen. Sayalulusan Strata satu (S1) Fakultas Pendidikan, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, lulus pada tahun 2013 dengan IPK, 3.35. Saat ini saya mengajar di SMP Negeri 6 Purwokerto, mengajar bahasa Indonesia kelas 7 dan 8. Selain mengajar saya juga aktif dibeberapa organisasi diantaranya Karang Taruna. Selain ...