Skip to main content

Posts

Proposal Kegiatan Bulan Bahasa

PROPOSAL KEGIATAN LOMBA BULAN BAHASA SMP NEGERI 6 PURWOKERTO 1)     Latar belakang             Bulan bahasa merupakan bulan yang berkaitan erat dengan sejarah bahasa bangsa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu isinya yaitu menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus bahasa pemersatu bangsa. Oleh sebab itu pada bulan Oktober biasa diperingati sebagai bulan bahasa. Berbicara mengenai bahasa Indonesia, pada umumnya akan tertuju langsung pada sastra Indonesia. Karena sastra Indonesia juga sebagai pembentuk karakter dan jati diri bangsa Indonesia sehingga mempunyai nilai-nilai luhur budaya yang dapat meningkatkan keanekaragaman bahasa dan budaya.           MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Banyumas dalam bulan bahasa ini akan mengadakan lomba-lomba yang bertujuan untuk membudayakan bahasa dan sastra Indonesia. Khususnya untuk kalan...

Kala Hujan tak Kunjung Reda

Kala hujan tak kunjung reda  Aku kembali merana Bosan dengan tembok tembok penyekat kamar Lalu aku putuskan untuk keluar saja Hujan tak kunjung reda  Tak mengapa, biarku nikmati belaianmu Sengaja tak ku pakai mantel  Agar kau lebih bisa mendekapku  Lebih mesra, lebih mesra dari sebelumnya Kau menyatu sembariku mengamati lampu kota Semua terlihat biasa saja  Abang nasgor masih berjualan tepat di depan pintu masuk Pak penjangga sekolahku masih sibuk dengan barang dagangannya Hujan tak pernah bermakna mungkin bagi mereka  Kecuali bagi kita yang ribed dengan alasan  Termasuk dengan alasan hujan. Purwokerto, 14 Desember 2015

Senja Terakhir (2015)

Senja terakhir di tahun 2015 tak terlihat nyata Hujan tadi sore menyelapkan itu semua tak ada tanda-tanda semua akan berakhir manusia masih sama dengan kesombongan yang itu-itu saja tingkah pongah yang geli-geli ada manusia juga masih suka menertawakan menjatuhkan, dan saling sikut kekuasaan sudahlah matikan saja semua matikan TV yang hanya menyajikan berita peperangan matikan juga politisi-politisi yang berlagak sembarangan atau matikan saja semuanya biar sepi terasa seperti malam ini seperti yang senja yang tak pernah bermakna seperti apa saja yang Tuan inginkan    dan ijinkan aku disini saja Purwokerto 31 Desember 2015

Ajari Aku Menggunakan Pena

Ajari aku menggunakan pena biarku bisa menulis Menulis tentang takdirku, tandirmu dan takdir manusia yang lain Ajari aku menggunakan pena biarku bisa melukis Melukis tentangmu, langit, bahkan awan yang menggantung Ajari aku menggunakan pena biarku dapat berbekas Pada buku, pada orang lain bahkan pada Gusti yang maha anggun Ajari aku menggunakan pena Agarku bisa bermanfaat dan jika memang tlah habis Biarkan aku di buang dengan cari ikhlas Ya Ajari aku menggunakan pena

Tokoh Islam di Indonesia

Oleh: Aryono dan Budi Setiyono Mereka adalah tokoh Islam yang berjasa besar dalam menjaga dan memperbarui Islam di Indonesia. Ahmad Hasan, Ahmad Dahlan, Ahmad Surkati, dan Hasyim Asy′ari. EMPAT tokoh Islam berikut ini berperan besar dalam menjaga dan memperbarui Islam di Indonesia. Mereka mendirikan organisasi Islam sebagai sarana perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. 1. KH Ahmad Dahlan ”Sejak umur 15 tahun, saat saya berdiam di rumah Tjokroaminoto,” cerita Bung Karno, “saya telah terpukau dengan KH Ahmad Dahlan.” Bung Karno bahkan menjadi anggota Muhammadiyah dan pernah menyatakan keinginan “dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan.” Muhammadiyah, salah organisasi Islam terpenting di Indonesia, didirikan Ahmad Dahlan pada 18 November 1912. Tujuannya, “menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumiputera” dan “memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya”. Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan, kesehatan, dan ...

Untuk Sahabat

Padahal masih banyak hal yang ingin kita bicarakan Karena memang kita lama tak dipertemukan Kita sudah sama-sama dewasa katanya Atau mungkin kita yang lalai dengan alasan kesibukan Dunia terasa membosankan bukan? Tanpa ada kita saling menertawakan Kita bagai domba-domba tuhan Merangkai jalan penuh keniscayaan Sekitar 1 Tahun yang lalu

Pelita Hidupku

Puisi dari salah satu anak siang tadi dengan langkah malu-malu menghampiri, memanggil ku dengan suara lirih seolah tau bahwa kita tadi begitu sibuk, sibuk dengan soal UAS yang harus disetorkan sesuai jadwal, sibuk dengan perangkat penilaian yang njlimet dan sibuk dengan aktifitas problematika mendidik setiap hari. Sampai kita lupa bahwa ini adalah hari kita, hari dimana kita merasa diakui oleh negara, hari yang seharusnya kita rayakan. bukan dengan gempa gempita tapi minimal   kita bisa sejenak melupakan beban kita, tidak harus juga harus dengan perayaan namun kami ingin juga dianggap manusia biasa, manusia yang butuh hal-hal kecil semacam ini juga. Pada akhirnya saya harus mengucapkan " Selamat hari guru " untuk semua guru-guruku, untuk semua teman kerjaku dan untuk semua anak-anakku. dan inilah puisi yang dipersembahkan oleh anak didik kita untuk seluruh guru-guru di seluruh dunia khususnya di SMP N 6 Purwokerto. Pelita Hidupku Oleh Zahra Dinda Ayu Werdani ...