Skip to main content

Posts

Gerombolan Dusta

Melihat gerombolan anak kecil Bercanda dengan penuh riang Lihatlah itu wujud keikhlasan Yang terpancar jelas disenyum mereka Mereka seolah mempunyai dunia berbeda Dunia yang penuh dengan harum semerbak bunga surga Ada batas antara dunia anak dengan dunia orang dewasa Dunia orang yang katanya dewasa?he… Dunia yang penuh dengan kepura-puraan dan kemunafikan Beruntung ketika aku tidak dilahirkan di dunia ini Hidup dalam kurungan system yang bobrok Bahkan untuk berbicara dengan hatipun tidak mampu Mulut mereka berbicara bertentangan dengan suara hatinya Hanya demi perut dan kedudukan Apakah ketika tidak begitu mereka akan mati Terus siapa yang salah Tuhankah atau manusianya Lebih baik  mati muda Dari pada hidup dalam lumpur hitam Sekitar bulan Agustus 2011

Di bawah langit tiada tara

Di bawah langit tiada tara Aku temukan kesederhanaan Dan kedamaian yang nampak begitu nyata Aku tahu bahwa ini hanya sebentar Besok ketika pagi datang Semua akan kembali kebiasa Rutinitas kesibukan yang menyombongkan Keruwetan lalu lintas yang menjenuhkan Kecongakkan manusia yang memuakan Aku ingin seperti ini (tenang) Menata jiwa yang panas tak kunjung padam Menjadi gumpalan dari hal serba fana Aku hanya ingin menjadi biasa Menjadi manusia pada fitrahnya Jika memang aku masih dipercaya Jadikan aku bagian dari sederhana 6 Mei 2015

Dalam gerak alunan rasa

Ada fana yang menyebabkan keruh Dalam gerak alunan rasa Ada lamunan tak jelas makna Mengusik jerah seenaknya Ada harapan seakan tak bermakna Dalam lelah alunan langkah Ahh, lagi lagi soal kepalsuan Memeras, menaklukan manusia Ada sebuah tangis kekecewaan Mengiringi dogma-dogma agama Mari lupakan semua Toh semua sudah dituliskan (katanya) mari berhujan-hujanan malam ini agar sedikit mengenang masa indah dulu mari berkejar-kejarlah hingga kita biasa dikejar-kejar oleh waktu mari merendahlah agar kesombongku,mu tak selalu nomer satu mari bersamaku.

Ada sesuatu yang begitu fana

Ada sesuatu yang begitu fana Geraknya tak jelas apa lagi wujudnya Ada sesuatu yang mengurung rasa Sulit, sulit untuk dijelaskan Katamu aku egosi Memang, aku memang egois Katamu aku keras kepala Iya kau tak salah Mereka bilang tinggalkan saja

Proposal Kegiatan Bulan Bahasa

PROPOSAL KEGIATAN LOMBA BULAN BAHASA SMP NEGERI 6 PURWOKERTO 1)     Latar belakang             Bulan bahasa merupakan bulan yang berkaitan erat dengan sejarah bahasa bangsa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu isinya yaitu menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus bahasa pemersatu bangsa. Oleh sebab itu pada bulan Oktober biasa diperingati sebagai bulan bahasa. Berbicara mengenai bahasa Indonesia, pada umumnya akan tertuju langsung pada sastra Indonesia. Karena sastra Indonesia juga sebagai pembentuk karakter dan jati diri bangsa Indonesia sehingga mempunyai nilai-nilai luhur budaya yang dapat meningkatkan keanekaragaman bahasa dan budaya.           MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Banyumas dalam bulan bahasa ini akan mengadakan lomba-lomba yang bertujuan untuk membudayakan bahasa dan sastra Indonesia. Khususnya untuk kalan...

Kala Hujan tak Kunjung Reda

Kala hujan tak kunjung reda  Aku kembali merana Bosan dengan tembok tembok penyekat kamar Lalu aku putuskan untuk keluar saja Hujan tak kunjung reda  Tak mengapa, biarku nikmati belaianmu Sengaja tak ku pakai mantel  Agar kau lebih bisa mendekapku  Lebih mesra, lebih mesra dari sebelumnya Kau menyatu sembariku mengamati lampu kota Semua terlihat biasa saja  Abang nasgor masih berjualan tepat di depan pintu masuk Pak penjangga sekolahku masih sibuk dengan barang dagangannya Hujan tak pernah bermakna mungkin bagi mereka  Kecuali bagi kita yang ribed dengan alasan  Termasuk dengan alasan hujan. Purwokerto, 14 Desember 2015

Senja Terakhir (2015)

Senja terakhir di tahun 2015 tak terlihat nyata Hujan tadi sore menyelapkan itu semua tak ada tanda-tanda semua akan berakhir manusia masih sama dengan kesombongan yang itu-itu saja tingkah pongah yang geli-geli ada manusia juga masih suka menertawakan menjatuhkan, dan saling sikut kekuasaan sudahlah matikan saja semua matikan TV yang hanya menyajikan berita peperangan matikan juga politisi-politisi yang berlagak sembarangan atau matikan saja semuanya biar sepi terasa seperti malam ini seperti yang senja yang tak pernah bermakna seperti apa saja yang Tuan inginkan    dan ijinkan aku disini saja Purwokerto 31 Desember 2015