Skip to main content

Posts

Masa Depan (Takut?)

Saat itu jarum jam sudah menunjukan pukul 24.00. bertanda malam sudah larut bahkan pagi sudah mulai memaksa untuk menyingkirakan kehendak malam , ada hal yang tak biasa di malam ini, biasanya kularutkan malam hanya sekedar nonton TV, jalan-jalan dan bermain disalah satu kantor majalah daerah Banyumas (Ancas), ada yang tanya ngapain katanya? baiklah saya jawab nunut (numpang) online. Hehe. Sudah hampir 1 Bulan saya tak menulis. kebiasaan yang sejenak tersingkirakan karena alasan kesibukanku, yang baru saja   melepas masa lajangku (sebagai mahasiswa), cieh…   udah banyak yang patah hati tadi, ketika para kaum hawa membaca “melepas masa lajang”. Hehehe… tenang-tenang saya masih lajang kok. Akhir-akhir ini saya lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain, mungkin sejenak terlena dengan kebebasan atau apa lah namanya yang jelas saya sedang menikmati masa-masa ini. Sedikit cerita di malam ini adalah tentang ketakutan menghadapi masa depan, apa lagi pada masa-masa seusia saya, k...

CINTA KESETIAAN DAN HARAPAN

(untuk bidadari ketika bidadari itu ada di dunia ini)   Aku tahu mungkin aku bukan sosok yang seperti engkau inginkan Aku tahu terlalu bermimpi rasanya menginginkan engkau sebagai pendampingku Aku tahu banyak diluar sana seseorang yang lebih baik dari aku Akupun tahu engaku terlalu indah buatku Namun layaknya seorang manusia biasa  aku juga mempunyai sebuah cinta, kesetiaan dan harapan… Ya,,,Cinta, kesetiaan dan Harapan, hanya itu yang bisa aku andalkan Untuk bisa membahagiakanmu… Aku bukan terlahir dari keluarga berada Aku belum bisa memberikan sebuah materi yang mungkin engkau inginkan Aku juga bukan terlahir dari trah seorang kiai Sehingga aku mungkin belum bisa menjadi imam yang baik bagimu Aku juga bukan terlahir dari darah seorang sastrawan Yang bisa setiap hari memberikan senyuman puisi untukmu Aku hanya mempunyai cinta… Cinta seorang dewasa bukan cinta seorang anak kecil Cinta yang takan habis dimakan usia Cinta kepadamu ju...

Jerusalem Dan Konflik Yang Terjadi

melihat marak sekali pemberitaan akhir-akhir ini mengenai konflik yang kembali memanas antara Israel vs Palestina, menarik tangan saya untuk mengambil pena guna ikut andil dalam wacana diskursus yang sedang hangat dibicarakan, namun saya akan lebih fokus kepada kota yang menjadi rebutan antara Israel dan palestina yaitu kota Jerusalem.  penelusuran pun dimulai.  ·          *Jerusalem sebagai kota suci bagi tiga agama samawi didunia Sejarah panjang mengenai kota ini menjadikan jerusalem sebagai layaknya magnet yang bisa menarik seluruh manusia di dunia ini, apalagi sejarah kota ini sangat erat hubunganya dengan sejarah agama-agama samawi yang menjadi kepercayaan begitu banyak umat manusia di dunia ini, dikota itu memang menjadi kota kelahiran agama-agama samawi, sebut saja Yudaisme atau yang lebih dikenal dengan yahudi, Kristen dan islam, kota ini memang menjadi tempat dimana jutaan manusia berkumpul untuk lebih dekat kepada Tuhan...

Siapa Dirimu

Hanya sekedar tulisan sederhana, mudah-mudahan bermanfaat, biar lebih seru saya ajukan pertanyaan terlebih dahulu. Anda sudah tahu diri anda siapa? Mungkin ada yang menyebutkan nama saya samini om dan ada yang menyebut lagi tuh di pojok saya paijo om, ehhehehe. Bukan itu yang saya maksud? Namamu sekarang kan hanya pemeberian orang tua. Yang saya maksud adalah roh yang ada di dirimu (nah loh qo jadinya roh jadi bingung ya?hehe…sama). ada ungkapan atau apa lah namanya “ketika engkau ingin mengenal Tuhanmu maka kenalilah dirimu dahulu”. Qo harus begitu saya juga masih meraba bukanya saya sudah tahu secara keseluruhan loh ya, saya hanya ingin belajar bareng dengan anda semua disini karena masalah itu semua bukan hanya hak para kiai kita pun sebagai kaum awam, marjinal antah berantah. Berhak juga untuk tahu, kembali kepertanyaan siapa dirimu? Kita diciptakan untuk apa disini?jawabanya mungkin mudah di dapat ketika mengacu pada teks agama, biar tambah seru apa bingung, jangan kesitu du...

Jiwa-jiwa manusia

Ternyata dirimu atau diriku mulai goyah Atau orang yang lain yang justru sibuk mendikte kita Urus saja urusanmu dan aku urus urusanku Kita tidakdirkan berbeda Aku kamu mereka Semua sibuk dengan urusan dunia Ada yang terlupakan namun kita lupa Ada yang mengingatkan namun kita kurang peka Jiwa-jiwa manusia terkurung Lepaskan dan biarkan terbang Agar kita tahu apa yang disebut hidup Kasian ada jiwa yang merana Ada jiwa yang tak dikenal oleh tuannya Sekali lagi lepaskan untuk menuju jiwa yang merdeka..                                                             Pwt 10 mei 2012

Sejarah Lengger Desa Gerduren

            Kemarin kita telah membahas sejarah sigkat desa Gerduren, seperti yang sudah dibicarakan sejak awal desa Gerduren tidak mungkin bisa dilepaskan dengan keberadaan Lengger di kawasan Banyumas dan sekitarnya. Oleh karena itu inilah sedikit informasi mengenai sejarah keberadaan kesenian Lengger di desa Gerduren kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Sekitar tahun 1820  mulailah perkembangan kesenian lengger di desa Gerduren. Awal pertama mengenai keberadaan lengger terdapat di dusun Lor (utara) bernama Garut sekarang masuk wilayah Kadus I, dimana pada saat itu para pemuda dusun tersebut sering mengadakan permainan dengan teman-teman sebayanya seperti gandon, slobor, jim-jiman (permainan tradisional). Ketika suasana sudah riuh ramai oleh permainan itu para pemuda bersama-sama menari-nari dibawah indahnya bulan purnama, tari-tarian ini yang nantinya akan menjadi cikal bakal terciptanya tarian lengger. Hingga pada suatu masa  desa Ger...

Sejarah Desa Gerduren

Sejarah desa Gerduren tidak bisa dilepaskan dengan sejarah lengger di desa tersebut, pada zaman dahulu kira-kira tahun 1813 daerah Gerduren digunakan sebagai tempat penggembala kerbau dari hulu sampai hilir sepanjang luas daerah tersebut, dahulu daerah tersebut dialiri oleh Sungai Tajum. Karena daerahnya sangat subur dekat dengan aliran sungai, maka penguasa Pasir Luhur pada saat itu, R. Tumenggung Tejakusuma memanfaatkan daerah tersebut untuk menggembala kerbau dan mengembangbiakannya, yang bertugas merawat dan mengawasi di daerah tersebut bernama Mbah kasut, orang asli dari Pasir Luhur. Pada awalnya Mbah Kasut di daerah tersebut hidup sebatang kara karena merasa kesepian namun tugas itu tidak mungkin untuk ditinggalkan sebagai bentuk pengabdian kepada penguasa setempat, maka beliaupun memanggil istri dan saudara-saudaranya untuk tinggal di daerah tersebut, orang pertama yang menginjakan kaki di desa tersebut menurut cerita yang berkembang di masyarakat adalah Mbah Kasut. Aktiv...